Kami kebetulan sedang kumpul-kumpul dan duduk di teras rumah salah seorang kawan. Sudah lama sekali tidak bersilaturahim dan ngobrol dengan kawan-kawan lama. Tiba-tiba, suara teriakan mengagetkan terdengar. Seorang laki-laki berteriak dan tampak sangat ketakutan, hingga lari masuk menghindar. Ternyata tidak hanya saya yang terkaget, tapi beberapa orang yang lain. Setelah dicari penyebabnya ternyata kawan kami yang bernama Abdi (nama samaran) ini, takut sekali terhadap laba-laba.
“Tadi ada laba-laba lewat, trus si Abdi teriak dan lari”, begitu kata salah seorang kawan kami.
Kamipun semua terheran-heran, bagaimana tidak, badannya yang besar dan tegap, juga sama sekali tidak menunjukkan kalau dia seorang yang memiliki ketakutan terhadap hewan kecil.
Tapi nyatanya Abdi langsung berlari, terengah-engah masuk rumah, dan sulit sekali kami bujuk kembali untuk duduk kembali di teras. Wajahnya pun pucat pasi. Padahal laba-laba sudah tidak lagi terlihat disekitar tempat kami duduk di teras.
Singkat cerita akhirnya Abdi mengaku, ternyata dahulu semasa kecil Abdi pernah ditakut-takuti dengan laba-laba oleh teman-temannya, dan tidak bisa melawan karena dipegangi tangan dan kakinya. Laba-laba saat itu merayap ditubuhnya dan masuk ke baju. Teman-temannya puas karena berhasil menggoda Abdi kecil. Namun sejak saat itu, Abdi begitu takut melihat laba-laba. Setiap kali melihat laba-laba yang terbayang adalah kejadian semasa kecil. Baru melihat dari jauh, yang dirasakan adalah rasa laba-laba yang merayap memenuhi tubuhnya.
Ternyata sejak saat itu, Abdi fobia terhadap laba-laba. Dengan teknik yang pernah saya pelajari, saya membantu Abdi untuk melepaskan perasaan takutnya. Abdi kemudian menjadi lebih tenang.